PIDATO TERBAIK! MAJUKAN DIRIMU MAJULAH NEGERIMU

September 14, 2017 0 komentar
Majukan Dirimu Majulah Negerimu
Karya : Ria Mawaddah
Bismillahhirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wr wb
Hamdan wasyukronlillah Amma ba’du
Salam sejahtera untuk kita semua
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa. Yang telah memberikan kita nikmat kesehatan dan kesempatan, sehingga kita dapat hadir di tempat ini.
Shalawat serta salam tak lupa kita layangkan, kepada junjungan Nabi besar kita yakni Nabi Muhammad Saw. Yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita menuju alam yang terang menderang. Yakni Addinul Islam.
Hadirin yang berbahagia
Hari ini, kita akan membahas sebuah tema besar dan wajib diketahui. Yaitu Membangun generasi berwawasan Nusantara menuju embrio bangsa yang berpaham pada Pancasila.
Pancasila adalah philosofische grondslag (dasar filosofis), Pancasila adalah weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka. Pancasila adalah jantung bangsa, pancasila adalah milik kita. Bangsa Indonesia.
Pancasila bagaikan jalan. Diaspal ribuan kali, disakiti dan dihaluskan dengan dinamika sejarah. Sejak zaman demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, era Orde Baru hingga demokrasi multipartai di era reformasi saat ini. Pancasila harus melewati alur dialektika peradaban yang menguji ketangguhannya sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia yang terus berkembang dan tak pernah berhenti di satu titik terminal sejarah peradaban.
Seiring dengan berkembangnya zaman, emberio generasi bangsa telah berbeda paham dan pandangan terhadap Pancasila. Gaya hidup yang serba barat, membentuk paham Komunisme, Konsumerisme, Liberalisme, Hedonisme dan seterusnya. Generasi bangsa sepertinya telah menetas secara prematur, sehingga lupa akan kelahiran hakiki sebagai generasi bangsa yang seharusnya berwawan Nusantara.

Hadirin yang berbahagia

            Sebuah pertanyaan besar muncul dari benak kita. Bagaimana membangun generasi berwawasan Nusantara agar menjadi embrio bangsa yang berpaham pada pancasila? Jawaban tersebut mengacu pada pancasila, jadi jawabannyapun adalah PANCASILA. Cara ini bisa kita sebut sebagai 9 PANCASILA Generasi Bangsa.
            “P” adalah Prestasi. Untuk menjadikan generasi muda berwawasan Nusantara, kita harus menunjukan bahwa dengan Pancasila kita bisa mencetak milyaran prestasi yang bisa dinikmati. Bukan sekedar janji, namun realisasi. Ciptakan teknologi canggih, temukan daya diri, bersaing dengan luar negeri, sehingga pancasila bisa dihargai.
            “A” adalah Aktif. Pemerintah dan jajarannya harus aktif mensosialisasikan pentingnya berpaham pada pancasila. Aktif dalam menyebarluaskan kesaktian pancasila dan aktif dalam memajukan bangsa.
            “N” adalah Nasionalisme. Sikap cinta terhadap tanah air, menghargai Pahlawan, berjuang menegakkan kemerdekaan. Itulah Nasionalisme yang harus ditanamkan sejak masih anak-anak sampai tua nanti. Karena Nasionalisme bukanlah kata, namun sebuah bukti cinta terhadap Bangsa.
            “C” adalah Continue. Pergerakan pancasila tidak boleh tersendat. Pergerakannya harus Continue atau terus mengalir seperti air. Dengan begitu, pancasila akan tertanam kuat dalam jiwa. Tak akan lengser oleh jabatan sementara, tak akan punah oleh peradaban, dan selalu ada dalam ingatan.
            “A” adalah Agresif. Kata ini tidak selalu bermakna negatif. Jika kita artikan secara positif, maka kata ini berubah menjadi “Agresif Normatif”. Tidak semua anak muda bisa dibelai halus dengan kata, namun harus dibina dengan keagresipan yang sesuai Undang-undang bangsa.
            “S” adalah Sosial. Artinya, kita harus menunjukan pada generasi kita. Bahwa dengan pancasila, kita bisa membuka mata dunia. Sosial dalam bergaul, sosial dalam menyampaikan, dan memiliki jiwa sosial terhadap perkembangan bangsa kedepan.
            “I” adalah Implementasi. Amalkan pancasila, kobarkan dalam jiwa, dan tindas KKN yang merajalela. Tak ada gunanya memilki teori, buku bertumpuk di lemari, lambang pancasila di sana-sini kalau tak punya implementasi.
            “L” adalah Luhur. Luhur dalam berkata, luhur dalam menyampaikan, luhur dalam keseharian, dan luhur dalam mengamalkan pancasila dan Undang-Undang Dasar.
            “A” adalah Agamis. Sebuah fakta yang harus kita ketahuai, bahwa dengan menjalankan pancasila pertama. Yakni, Ketuhanan yang Maha Esa. Maka kita telah menjalankan empat butir pancasila lainnya. Karena dengan percaya kepada Tuhan yang Maha Esa. Kita akan berperikemanusiaan, beradab, bersatu dalam tali toleransi, bermusyawarah untuk mencapai mufakat, bijaksana, dan senantiasa adil dalam segala perbuatan. Tanpa sikap agamis, PANCASILA akan menjadi PANCASIL tanpa arti yang jelas.
Hadirin yang berbahagia
            9 PANCASILA Generasi Bangsa seakan bersebrangan dengan sikap generasi bangsa saat ini. Tak ada prestasi, Aktif dalam jeruji besi, Nasionalisme kebobrokan, Continue dalam kemaksiatan, Agresif dalam penindasan, Sosial dalam keburukan, Implementasi salah kaprah, luhur tak lagi menyapa, dan sikap agamis tak lagi merangkulnya. Ada apa? Kenapa banyak perkosaan, pembunuhan, narkoba, perjudian, tawuran, korupsi, dan sikap apatis lainnya yang dilakukan generasi bangsa? Jawabannya adalah, karena mereka tidak paham akan Pancasila. Karena orang yang paham akan Pancasila tidak akan berbuat senonoh dan salah.
            Majukan dirimu wahai anak muda!. Jadikan 9 PANCASILA generasi bangsa, sebagai sikap yang bertengger dihatimu. Kau adalah Agent Of Change dalam menjaga Kearifan Lokal Bangsa. Mainkan peranmu! Karena Agent of Change bukan hanya pemerintah, pejabat atau pemangku kepentingan semata.
Hadirin yang berbahagia
Bung Karno pernah berkata, bahkan berkali-kali berkata, bahwa nenek moyang kita telah mewariskan kepada kita nilai-nilai sebagaimana dimiliki oleh Pancasila. Yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, kebersatuan, kerakyatan, dan keadilan. Dan nilai-nilai tersebut, telah ada jauh sebelum kedatangan agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen dan agama-agama lain. Nilai itu adalah Kearifan lokal.
Kearifan lokal ialah filsafat yang hidup di dalam hati masyarakat, berupa kebijaksanaan akan kehidupan, way of life, situs-situs adat, dan sejenisnya. Kearifan lokal (local wisdom) merupakan produk berabad-abad yang melukiskan kedalaman batin manusia dan keluasan relasionalitas dengan sesamanya serta menegaskan keluhuran rasionalitas hidupnya.
Tugas kita bukan hanya membangun bangsa, namun juga menjaga kearifan lokal Nusantara. Berikut the power of young Man. Peran generasi muda dalam menjaga kearifan lokal Nusantara :
1.      Mereaktualisasikan nilai-nilai pancasila. Ini bertujuan agar Pancasila dapat dijadikan acuan bagi bangsa Indonesia dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini dan yang akan datang, baik persoalan yang datang dari dalam maupun dari luar.
2.      Menyembuhkan “Amnesia Nasional” dengan membangkitkan kearifan lokal, budaya bangsa, suku, ras dsb. Dengan cara memberikan obat Pancasila atas Amnesia Nasional yang menimpa. Maka, budaya lokal tersembuhkan  dan terlepas dari keterjebakan oleh Kearifan Negara luar.
3.      Merestorasi atau Merevitalisasi kearifan lokal. Artinya kita sebagai generasi muda harus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang mulai hilang dan terkikis zaman. Apalagi ini zaman modern dan miliknya anak muda. Anak muda harus banyak mensosialisasikan di media sosial mengenai budaya dan kearifan lokal yang mereka miliki. Kenalkan pada dunia, bahwa Indonesia punya budaya dan etnik yang tidak kalah dengan Negara lain. Buat budaya kita semenarik mungkin dan bisa beradaptasi dengan dunia global.
4.      Generasi muda harus giat belajar. Tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Bisa dengan mengikuti pertukaran pelajar, organisasi luar negeri, seminar budaya dsb. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita sedang memperkenalkan budaya yang kita miliki.
5.      Menghidupkan nilai-nilai pancasila dan Undang-Undang dasar. Terutama sila ketiga. Persatuan Indonesia. Indonesia harus bersatu, bukan hanya Generasi muda, namun juga generasi tua, guru, dosen, dokter, dan sebagainya. Mereka memiliki peran yang sama dalam memajukan Indonesia.
6.      Mensosialisasikan kebudayaan yang dimilki agar tidak diakui Negara lain. Belajar budaya daerah, datang ke etnik terpencil, dukung gotong royong, toleransi, buat sanggar seni, pertunjukan seni, pekan budaya, buat organisasi budaya  dan sebagainya.
Itulah lima peran generasi muda, yang memang harus kita lakukan. Jangan hanya menjadi sampah masyarakat, galau tidak karuan, tidur tanpa tujuan, menonton televisi hanya sekedar hiburan. Jadilah kita anak muda yang kehadirannya diharapkan, suaranya didengar, kebaikannya ditiru, dan gagasannya dilanjutkan. Jangan biarkan kearifan terkikis oleh zaman. Tapi, buatlah ia bangkit dari ketakutan akan globalisasi yang melenakan.
Ingat Kata Bung Karno! “Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya dan berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku guncangkan dunia.
Hadirin yang berbahagia
Mari kita hidupkan Pancasila sebagai jiwa bangsa yang mati suri. Hidupkan kearifan lokal yang ada di ambang kematian. Hidupkan generasi kita menjadi emberio bangsa berpaham pancasila. Hidupkan diri kita, raih prestasi kita, kerahkan semua tenaga kita. Indonesia akan maju dengan kegigihan dan tekad kita. karena pancasila akan menunjukan kesaktiannya.
Wahai generasi muda…Ingatlah darah yang mengalir didahi, ditelinga, dijantung, dan dihati para pahlawan kita. Ingat Bung Karno, Ingat jendral Sudirman, ingat Bung Hatta, ingat semua pahlawan yang rela mati untuk menegakkan kemerdekaan Negara kita. Kita tidak perlu mengangkat senjata, kita hanya perlu maju beberapa langkah untuk memajukan negeri kita.
Hindari Inferiority Syndrome yang takut sebelum melangkah, merinding sebelum bertanding, dan kalah sebelum naik ring.
Mari! Majukan dirimu maka Majulah Negerimu.
Demikian yang bisa saya sampaikan. Terimakasih atas perhatiannya.
Kebenaran datangnya dari Allah SWT dan kesalahan datangnya dari diri saya yang penuh alpa dan lupa.ss


Wassalamu’alaikum wr wb


Share Share Tweet Share

0 thoughts on "PIDATO TERBAIK! MAJUKAN DIRIMU MAJULAH NEGERIMU"

LEAVE A REPLY